Ketika asma Anda atau orang lain kambuh, pemberian obat-obatan yang tepat bisa sangat efektif untuk mencegahnya semakin parah.

Inhaler Asma

1. Obat

Dilansir dari GetAsthmaHelp, berikut ini beberapa pilihan obat pertolongan pertama pada asma yang bisa Anda gunakan:

  •     Obat antikolinergik: Obat ini merupakan obat yang berfungsi untuk menghambat reseptor kolinergik muskarinik dan mengurangi bunyi intrinsik vagal pada saluran udara. Sedangkan kandungan Ipratropium bromida bermanfaat mengatasi kambuhnya asma dari tingkat yang sedang sampai berat.
  •     SABA (Short Acting Beta2 Agonis): Albuterol, Levalbuterol, dan Pirbuterol merupakan salah satu obat bronkodilator yang dapat membuka dan melemaskan saluran pernapasan (bronkus).
  •     Kortikosteroid Sistemik:  Meskipun obat ini  bukan merupakan obat pertolongan pertama pada asma, namun obat kortikosteroid sistemik oral dapat digunakan untuk serangan akut sedang sampai berat. Kadang obat SABA juga ditambahkan guna mempercepat pemulihan dan mencegah kembalinya eksaserbasi.

2. Alat bronkodilator

Bronkodilator adalah salah satu alat pertolongan pertama pada serangan asma. Bronkodilator berfungsi membuka jalur udara yang tersumbat karena kambuhnya asma. Efek bronkodilator bekerja langsung dalam beberapa menit setelah dihirup dan bertahan hingga 2-4 jam kemudian.

Bronkodilator biasa digunakan sebelum berolahraga untuk mencegah asma yang dipicu olahraga. Alat ini juga bisa digunakan sebagai obat cair yang dimasukkan dalam nebulizer untuk mengatasi serangan asma di rumah.

Alat pertolongan pertama pada asma ini juga bisa menimbulkan efek samping seperti:

  •     Gemetar dan jadi gugup
  •     Detak jantung jadi cepat
  •     Sakit perut
  •     Susah tidur
  •     Sakit atau kram pada otot

Bila Anda harus menggunakan bronkodilator inhaler, tablet, atau cairan, itu artinya Anda punya asma yang parah. Periksa ke dokter rutin setiap beberapa minggu sekali.

3. Inhaler

Inhaler adalah salah satu alat pertolongan pertama pada asma yang kambuh. Ada dua jenis inhaler, yaitu reliever inhaler dan controller inhaler yang mengandung kortikosteroid.

Reliever inhaler adalah obat asma yang mengandung albuterol atau salbutamol. Reliever inhaler juga sering disebut dengan ventolin inhaler. Warna kemasan inhaler ini adalah warna biru. Inhaler ventolin dapat bekerja cepat kurang dari 15 menit untuk menghentikan serangan asma. Inhaler jenis ini sangat efektif sebagai obat pereda serangan asma ringan hingga berat.

Controller inhaler adalah inhaler yang mengandung kortikosteroid untuk mengurangi peradangan pada saluran napas. Alat pertolongan pertama pada asma ini biasanya berwarna coklat, merah atau jingga. Inhaler jenis ini memiliki efek kerja yang lama sehingga bisa rutin digunakan harian. Controller digunakan untuk mencegah asma kambuh, mengurangi keparahan gejala, meningkatkan kontrol Anda terhadap gejala asma, hingga mengurangi kebutuhan Anda bolak-balik konsultasi ke rumah sakit.

Apa Saja Obat Pertolongan Pertama Pada Penyakit Asma?

Ketika asma Anda atau orang lain kambuh, pemberian obat-obatan yang tepat bisa sangat efektif untuk mencegahnya semakin parah.

Inhaler Asma

1. Obat

Dilansir dari GetAsthmaHelp, berikut ini beberapa pilihan obat pertolongan pertama pada asma yang bisa Anda gunakan:

  •     Obat antikolinergik: Obat ini merupakan obat yang berfungsi untuk menghambat reseptor kolinergik muskarinik dan mengurangi bunyi intrinsik vagal pada saluran udara. Sedangkan kandungan Ipratropium bromida bermanfaat mengatasi kambuhnya asma dari tingkat yang sedang sampai berat.
  •     SABA (Short Acting Beta2 Agonis): Albuterol, Levalbuterol, dan Pirbuterol merupakan salah satu obat bronkodilator yang dapat membuka dan melemaskan saluran pernapasan (bronkus).
  •     Kortikosteroid Sistemik:  Meskipun obat ini  bukan merupakan obat pertolongan pertama pada asma, namun obat kortikosteroid sistemik oral dapat digunakan untuk serangan akut sedang sampai berat. Kadang obat SABA juga ditambahkan guna mempercepat pemulihan dan mencegah kembalinya eksaserbasi.

2. Alat bronkodilator

Bronkodilator adalah salah satu alat pertolongan pertama pada serangan asma. Bronkodilator berfungsi membuka jalur udara yang tersumbat karena kambuhnya asma. Efek bronkodilator bekerja langsung dalam beberapa menit setelah dihirup dan bertahan hingga 2-4 jam kemudian.

Bronkodilator biasa digunakan sebelum berolahraga untuk mencegah asma yang dipicu olahraga. Alat ini juga bisa digunakan sebagai obat cair yang dimasukkan dalam nebulizer untuk mengatasi serangan asma di rumah.

Alat pertolongan pertama pada asma ini juga bisa menimbulkan efek samping seperti:

  •     Gemetar dan jadi gugup
  •     Detak jantung jadi cepat
  •     Sakit perut
  •     Susah tidur
  •     Sakit atau kram pada otot

Bila Anda harus menggunakan bronkodilator inhaler, tablet, atau cairan, itu artinya Anda punya asma yang parah. Periksa ke dokter rutin setiap beberapa minggu sekali.

3. Inhaler

Inhaler adalah salah satu alat pertolongan pertama pada asma yang kambuh. Ada dua jenis inhaler, yaitu reliever inhaler dan controller inhaler yang mengandung kortikosteroid.

Reliever inhaler adalah obat asma yang mengandung albuterol atau salbutamol. Reliever inhaler juga sering disebut dengan ventolin inhaler. Warna kemasan inhaler ini adalah warna biru. Inhaler ventolin dapat bekerja cepat kurang dari 15 menit untuk menghentikan serangan asma. Inhaler jenis ini sangat efektif sebagai obat pereda serangan asma ringan hingga berat.

Controller inhaler adalah inhaler yang mengandung kortikosteroid untuk mengurangi peradangan pada saluran napas. Alat pertolongan pertama pada asma ini biasanya berwarna coklat, merah atau jingga. Inhaler jenis ini memiliki efek kerja yang lama sehingga bisa rutin digunakan harian. Controller digunakan untuk mencegah asma kambuh, mengurangi keparahan gejala, meningkatkan kontrol Anda terhadap gejala asma, hingga mengurangi kebutuhan Anda bolak-balik konsultasi ke rumah sakit.

No comments:

Post a Comment